PENGARUH PERBEDAAN BAHAN BOX MESIN TETAS SEDERHANA TERHADAP DAYA TETAS DAN FERTILITAS TELUR AYAM KAMPUNG SUPER


Author (Penulis)

FEBRIAN ARIFIANTO
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

14.1.04.01.0012

Abstract

ABSTRAK

            Penelitian ini dilatar belakangi dari permasalahan peternak yang masih menggunakan pola tradisional dalam beternak ayam kampung sehingga produksi rendah dengan mengganti pola beternak menjadi pola intesif dengan menggunakan mesin tetas sederhana dari bahan box kayu, styrofoam dan alumunium. Penelitian ini bertujuan untuk mengethui tingkat fertilitas dan daya tetas telur ayam kampung super menggunakan mesin tetas sederhana berbahan boks yang berbeda. Penelitian inidi laksanakan pada tanggal 20 April – 1 Juli di peternakan Bapak Subiyono yang bergerak di peternakan ayam kampung. Metode analisis yang di gunakan pada penelitian ini adalah RAK dengan pembagian tiga kelompok mesin tetas setiap kelompok dilakukan 5 kali ulangan dengan 2 parameter. Jumlah ayam kampung betina 20 ekor pejantan horn 3 ekor. Hasil penelitian yang di peroleh menunjukkan data sebagai berikut: pada fertilitas di dapatkan rataan untuk bahan Kayu (83,4 ± 11,84) , Alumunium (88,2 ± 18,41) dan styrofoam (80,2 ± 15,05) sedangkan untuk daya tetas di dapatkan rataan Kayu (93 ± 9,59), Alumunium (94,6 ± 7,79) dan Styrofoam (91,4 ± 14,31) hubungan fertilitas dan daya tetas berbeda mempunyai korelasi R=0,9868 dengan persamaan regresi ?=0,3947+59,868. Kebersihan mesin tetas dari limbah telur tetas perlu di tingkatkan. Perlu penambahan mineral pada pakan untuk memperbaiki kualitas cangkang telur.

KATA KUNCI  : : Daya tetas, Fertilitas,Mesin tetas sederhana,box ,ayam kampung super.

 


Keyword

Daya tetas,Fertilitas,Mesin tetas sederhana,Box,Ayam kampung super

Reference

Bogenfurst, F. 1995 . The Current State of Incubation in Waterfowl . Proceedings 10th European Symposium on Waterfowl . World's Poultry Science           Association, Halle (Saale) Germany, pp .241-256 Jakarta.

 

Butcher, Gary D and RD. Miles. 2004. Egg Specific Gravity Designing a    Monitoring Program. University of Florida. Florida.

 

Djannah, D., 1998.Beternak  Ayam. Yasaguna. Surabaya.

Jayasamudera,D.J,  dan  B.Cahyono.  2005Pembibitan  Itik.  Penebar  Swadaya,

 

Giancoli, Douglas C.2001. Fisika Jilid I. Edisi kelima. Diterjemahkan oleh : Yuhilza Hanum , Jakarta: Erlangga.

 

Hasnelly, Z.Rinaldi,dan Suwardih. 2013.Penangkatan dan pembibitan ayam merawang di Bangka Belitung .Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung. Bangka Belitung.

 

Karyadi,  P.  2011.  Pengaruh  lama  lampu mati  pada  mesin  tetas  terhadap daya tetas ayam   potong lokal (apl). Proposal  Penelitian  Penetasan. Jurusan Peternakan. Program Studi ProduksiTernak.  Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.

 

Kern,Donald Q.1965.Proces Heat Transfer. Tokyo: tosho Printing.

 

Kortlang, C.F.H.F. 1985. The incubation of duck eggs. Di dalam:  Farrel, D.J and Stapleton, P. (ed). Duck Production Science and World Practice.  University of New England. ;167-177.

 

Kreith, F., 1976, Prinsip-prinsip Perpindahan Panas, Terjemahan A Prijono, edisi 3,Penerbit Erlangga, Jakarta.

 

Mulyantini NGA. 2010.Ilmu Manajemen Ternak Unggas. Yogyakarta(ID) Gadjah Mada University Prees

 

Mulyono, MB dan P. Raharjo. 2005. Ayam  JawaSuper.AgromediaPustaka.Jakarta.

 

North,  M.  O.  dan  D.  D.  Bell.,  1990. Commercial  Chicken  Manual.   4 Th Ed.                 Avi  Publishing  Company  Inc. West    Port, California.

 

Nurhayati,T.,Sutarto, dan  Karim, M.,2000. Sukses  Menetaskan  Telur. Penebar Swadaya. Cianjur.

 

Raharjo,P. 2004. Ayam Buras. Agromedia,  Yogyakarta.

 

Saefuddin, 2000.Aberasi Kromosom dan Penurunan Daya Tetas Telur pada Dua Populasi Ayam Petelur. UPI, Bandung.

 

Setiawan,I.2010.Embrio mati dalam telur.http://mesin-tetas-

cuf.blogspot.com/2010/11/embrio-mati-dalam-telur.html.Diakses tanggal 8 Maret 2012

 

Setioko,  S.  Iskandar  dan  T.  Antawijaya.  1994.Unggas air  sebagai   alternatife sumber pendapatan  petani.  Prosiding seminar Nasional  Peternakan  dan Veteriner. Balai Penelitian Ternak, Bogor. Hal: 385-390.

 

Setioko,A.R., P. Situmorang, D.S. Kusumaningrum, T. Sugiarti, E.Triwulaningsih dan T. Murtisari. 2001 . Pengaruh dosis inseminasi pada entok dan itik unggul dengan menggunakan semen beku terhadap fertilitas dan daya tetas . Laporan Penelitian.

 

Sinabutar,  M.  2009Pengaruh  frekuensi  inseminasi  buatan  terhadap  daya  tetas telur  itik  lokal  yang  di  inseminasi  buatan  dengan  semen  entok.[ Skripsi]. Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara, Medan.

 

Subiharta dan M. Y Dian. 2012. Pengaruh penggunaan bahan tempat air minum dan letak telur di dalam mesin tetas bepemanas  listrik pada penetasan  Itik Tegal. Seminar Nasional Kedaulatan Pengadaan Energi. Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo, Madura.

 

Sujinohadi, K dan A.I. Setiawan 2007. Ayam  Kampung Petelur. Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta.

 

Suprijatna,  E.,  U.  Atmarsono,  dan  R.  Kartasudjana.  2005.  Ilmu  Dasar  Ternak Unggas. Cetakan I. Penebar Swadaya, Jakarta.

 

Sutiyono, S. Riyadi, dan S. Kismiati. 2006. Fertilitas dan Daya Tetas Telur Dari Ayam  Petelur  Hasil  Inseminansi  Buatan  Menggunakan  Semen  Ayam Kampung  Yang  Diencerkan.  Dengan  Bahan  Berbeda.  Skripsi.  Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang.

 

Tabbu, C. R. 2005. Penyakit Ayam dan Penanggulangannya. Kanisius, Yogyakarta.

 

Wibowo,  Y.T  dan  Jafendi.  1994.  Penentuan  daya  tetas  dengan  menggunakan metode  gravitasi  spesifik  pada  tingkat  berat  inisial  ayam  kampung  yang berbeda. Buletin Peternakan, Vol. 18.

 

Yoyo,A.2009.Proses telur menjadi ayam.     

          http://andiyoyo.blogspot.Com

/2009/03/proses-dari-telur-menjadi-ayam.html. Diakses tanggal 8 Maret 2012.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


PUBLISHED

2019-02-19

JOURNAL

Simki-Techsain

ISSN

2599-3011

ISSUE

Vol. 03 No. 04 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade