PENGARUH PEMBERIAN BATANG POHON PISANG DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS TERNAK ITIK FASE GROWER


Author (Penulis)

ULUM MUSTOPA
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

14.1.04.01.0009

Abstract

ABSTRAK

Batang pisang merupakan limbah industri pertanian yang memiliki kelebihan, yaitu kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan penyusun ransum. Ditinjau  dari  komposisi batang pisang dapat  digunakan sebagai sumber protein, mengingat kandungan protein dan lemak pada batang pisang yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan batang pisang kering dalam ransum terhadap bobot badan itik hibrida.

 

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2018 – 28 September 2018 yang bertempat di Bapak Didik Desa pakis, Kecamatan Tanggul Gunung, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap)  dengan jumlah 64 ekor DOD itik hibrida, dengan cara 4 perlakuan dan 4 ulangan, setiap kandang 4 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah  P0 (Ransum + 0% batang pisang kering), P1 (Ransum + 10% batang pisang kering), P2 (Ransum + 15% batang pisang kering), P3 (Ransum + 20% batang pisang kering).

 

Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Data di analisis menggunakan Sidik Ragam. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan ampas tahu dalam ransum tidak berbeda nyata (P > 0,05%) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum.

 

Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Penambahan batang pisang kering bisa dimanfaatkan sampai batas 20%, dimana konsumsi paling tinggi (P3) 60971 gram/ekor/minggu, bobot badan (P3) 47381 gram/ekor/minggu dan konversi (P3) 61,9 gram/ekor/minggu.

Saran penelitian yang akan datang penambahan batang pisang kering dalam ransum itik hibrida sebesar 20% dan menggunakan batang pisang basah.

 

 

KATA KUNCI  : Batang Pisang Kering,Ransum, Itik Hibrida, Bobot Badan


Keyword

BATANG POHON PISANG, RANSUM, PERFORMANS, ITIK, GROWER

Reference

DAFTAR PUSTAKA

 

Abidin, Z. 2002. Meningkatkan Produktivitas Ayam Ras Pedaging. Agromedia. Jakarta

 

Amrullah, K. I.,2002. Nutrisi Ayam Broiler. Lembaga Satu Gunung Budi, Bogor.

 

Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum.Jakarta: PT. Gramedia.

            Anggorodi, R.1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT Gramedia Pustaka Utama,

 

Anonim. 2011. Pakan, Ransum,Konsentrat,Hijau.http://myluckyta. Wordpress. Com/2011/12/08.

 

Buwono, F. A. 2007. Pengaruh Tingkat Protein Pakan dan Frekuensi Pemberian Pakan terhadap Kinerja Itik Mojosari (Anas Domesticus) Jantan Periode Awal. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Universitas Brawijaya

 

Cherry, J. A. 1982. Non caloric effect of dietary fat and cellulose on the voluntary feed consumption of white leghorn chicken. J. Poultry. Sci. 61 : 345-350.

 

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat.1999. Ujicoba Pembuatan Silase Batang           Pisang.Jawa Barat.

 

Kamal. M.,  1994.  Nutrisi Ternak I.  Laboratorium Makanan Ternak. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada.

 

Kartadisastra,  H.R.,  1997.  Penyediaan dan Pengelolaan Pakan Ternak Ruminansia. Kanisus. Yogyakarta .

 

Karyadi, D. Herman. 1995. Potensi Tempe untuk gizi dan kesehatan. Prosiding pengembangan tempe dalam industry pangan modern. Yayasan tempe Indonesia, Jakarta

 

Kumar, E.K., Ramesh, A. & Kasiviswanath, R., 2005, Hypoglicemic and Antihyperglicemic Effect of Gmelina asiatica Linn. In normal and in alloxan Induced Diabetic Rats, Andhra Pradesh, Departement of Pharmaceutical Sciences

 

National Research Council, 1994. Nutrient  Requirement of  Poultry. 9th Revised Edition. National Academy Press, Washington D.C

 

Rasyaf, M. 1991. Seputar Makanan Ayam Kampung. Kanisius. Yogyakarta.

 

Rasyaf, M.,2002. Berternak Unggas Komersial. Penerbit Kanisus,Jakarta.

 

Sinurat, A.P. 2000. Penyusunan ransum ayam buras dan itik  Proyek pengembangan Agribitnis Peternakan. Dinas Peternakan DKI Jakarta,

 

Siri, S., S. Tabioka dan I. Tasaki. 1992. Effect of dietary fiber on growth performance, development of intestinal organs, and energy utilization, and lipid content of growing chicks. J. Poult. Sci. 20: 106- 113.

 

Suharno. 2002. Perkembangan Teknologi Perternakan  Unggas Air di Indonesia. Prosiding Lokakarya Unggas Air,

 

Wahyu, J.1992. Ilmu Nutrisi Unggas. Gajah mada University Press. Yogyakarta

 

Wirahadikusumah, M. 2004. Biokimia:Metabolisme Energi, Karbohidrat, dan Lipid. Bandung. Institut Teknologi Bogor.

 

Yuni, Sofrianti. 2001.  Pengaruh Pemberian Batang Pisang  dalam Ransum terhadap Kualitas Karkas Broiler. Sekripsi. Universitas Bengkulu.

 

Yunus, Hadi Sabari. 1991. Konsepsi Wilayah dan Prinsip Perwilayahan. Yogyakarta. Hardana.

 

Yurizal. 2002. Pengaruh Pemberian Batang Pisang Dalam Ransum Terhadap Performans Itik Mojosari Fase Stater.Universitas Bengkulu

 


PUBLISHED

2019-02-20

JOURNAL

Simki-Techsain

ISSN

2599-3011

ISSUE

Vol. 03 No. 04 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade