UJI FERTILITAS DAN DAYA TETAS TELUR HASIL PERSILANGAN DENGAN INSEMINASI BUATAN (IB)


Author (Penulis)

MAULANA MASDUKI
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

14.1.04.01.0008

Abstract

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tetas persilangan dengan Inseminasi Buatan (IB) Ayam Bangkok umur berbeda dengan Ayam Ras Petelur. Materi penelitian ini adalah Ayam Jantan Bangkok yang di ambil spermanya dan di suntikkan ke Ayam Betina Ras Petelur lalu di tetaskan menggunakan mesin penetas otomatis (Inkubator). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan sebagai berikut : P1: 1 ayam jantan berumur 12 bulan + 25 ayam betina umur 9 bulan, P2: 1 ayam jantan berumur 14 bulan + 25 ayam betina umur 9 bulan, P3 : 1 ayam jantan berumur 16 bulan + 25 ayam betina umur 9 bulan

Hasil penelitian menunjukan P1 diperoleh hasil fertilitas dan jumlah fertile sebesar 76% dan 19 embrio dari jumlah telur 25 butir, P2 diperoleh hasil fertilitas dan jumlah fertile sebesar 80% dan 20 embrio dari jumlah telur 25 butir sedangkan P3 paling tinggi yaitu diperoleh fertilitas dan fertile  sebesar 88% dan 22 embrio dari jumlah telur 25 butir. Daya tetas mengalami penurunan pada P1 dengan persentase 78,94%, sedangkan mengalami kenaikan pada P2 dan P3 dengan masing – masing persentase 85% dan 86,36%.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh yang tidak nyata persilangan Ayam Jantan Bangkok dengan Ayam Ras Petelur terhadap fertilitas dan daya tetas. Daya tetas tertinggi pada P3 dengan hasil 86,36%.

KATA KUNCI :  Ayam Jantan Bangkok, Ayam Betina Ras Petelur, Teknologi Inseminasi Buatan, Mesin Tetas Otomatis (Inkubator).


Keyword

Ayam jantan bangkok, ayam betina ras petelur, teknologi inseminasi buatan, mesin tetas otomatis (inkubator)

Reference

Ankanegara, A. A., R. Afnan, C. Sumantri. 2008. Fertility Of Arab Chicken Egg Which Resulted From Artificial Insemination With Diffrent Frequency Of Semen Collection. Institut Pertanian Bogor. 1-30

Bell, D.D. , W.D. Weaver, 2002. Commercial Chicken Meat and Egg Production. Academic Pub-lisher, United States of America

Cahyono, Eko. 2011. Perkembangan Embrio. http://trenggiling.wordpress.com/ 2011/01/29/perkembangan-embrio.

Campbell, N.A. 2004. Biologi Jilid 3. Erlangga: Jakarta.

Dewanti, R. 2014. Pengaruh bobot dan frekuensi pemutaran telur terhadap fertilitas, daya tetas, dan bobot tetas itik local. Buletin peternakan. Vol. 38 (1) : 16-20.

Getachew, T. 2016. A Review Article of Artificial Insemination in Polutry. World’s Veterinary Journal. 6 (1) : 26-35

Gunawan, H. 2001. Pengaruh bobot telur terhadap daya tetas serta hubungan antara bobot telur dan bobot tetas. [skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Habibullah, M., M. A. Hashem, M. S Rana and M. H. Islam. 2015. Effect of Artificial Insemination on different production parameter in Hubbard classic broiler parent stock. J. Bangladesh Agril. Univ. 13(1) : 71-77

Hasnelly, Z. 2013. Penangkatan dan Pembibitan Aayam Merawang di Bangka Belitung. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung. Bangka Belitung.

Hopkins, S. M. and L.E.Evans. 2003. Artificial Insemination in McDonald’s Veterinary Endocrinology and Reproduction. Edited by Mauricho H. Pindeda and Michael P.Dooley. 5 edition.Iowa state Press USA : 366-368.

Iriyanti, N., Zuprizal, Tri-Yuwanta, dan S. Keman. 2007. Penggunaan vitamin E dalam pakan terhadap fertilitas, daya tetas dan bobot tetas telur ayam kampung. J. Anim. Prod. 9(1): 36−39.

Kartasudjana, R., E. Suprijatna. 2006.Manajemen Ternak Unggas. PenebarSwadaya. Jakarta.

Kurtini, T., K. Nova., dan D. Septinova. 2011. Produksi Ternak Unggas. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Listiowati, E. D., Roospitasari, K. 2003. Puyuh, tata laksana budidaya secara komersial. Penebar Swadaya. Jakarta.

Maulidya Siella, 2013. Pengaruh Temperatu Terhadap Daya Tetas Dan Hasil Tetas Telur. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(1) : 347-352.

Modupe. 2013. Semen Quality Characteristic and Effect of Mating Ratio on Reproductive Performance of Hubbarrd Broiller Breddes. Journal of Agriculture Science. 5(1) 154-159.

Mulyantini NGA. 2010. Ilmu Manajemen Ternak Unggas Yogyakarta (ID) : Gadjah Mada University Press.

Muryanto. 2002. Evaluasi Karkas Hasil Persilangan Antara Ayam Kampung Jantan Dengan Ayam Ras Petelur Betina. J. Anim. Prod. 4(2) : 71-76.

Nurhayati,  Awik Pudji Diah. 2004. Perkembangan Hewan. Program Studi Biologi, ITS: Surabaya

Nuroso, 2010. Ayam Kampung Pedaging Hari Per Hari. Penebar swadaya. Jakarta.

Paimin, Farry. 2000. Membuat Dan Mengelola Mesin Tetas. Penebar Swadaya. Jakarta.

Permana, Erwin Adi. 2007. Karakteristik Telur Tetas Ayam Arab Betina Hasil IB Buatan Dengan Pejantan Ayam Arab, Pelung Dan Wareng Tangerang. Fakultas Peternakan IPB. Bogor.

Prawirodigdo, S., D. Pramono, B.Budihartono, Ernawati, S.Iskandar, D.Zaenudin, Sugiyono,G. S, Prawoto dan P. Lestari.,2001. Laporan kegiatan pengkajian partisipatif persilangan ayam lokaldengan ayam ras petelur. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah. Semarang.

Rahardian, P.P., Wahyuningsih, S., Ciptadi, G. 2012. The Test Quality Of Boer Goat Semen Which Frozen With Mr. Frosty Instrument by Andromed Diluer at the storange Temperature Of 45ºC. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.


PUBLISHED

2019-02-14

JOURNAL

Simki-Techsain

ISSN

2599-3011

ISSUE

Vol. 03 No. 02 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade