Analisa kemiringan sudut mata pisau mesin pencacah sampah daun kering terhadap hasil pencacahan untuk kompos organik


Author (Penulis)

NUR DAIB
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

14.1.03.01.0105

Abstract

ABSTRAK

 

Sampah daun kering telah menjadi masalah yang cuckup serius bagi pencemaran lingkungan. Perkiraan sampah organik sebanyak 2% hal ini dikerenakan bahan yang digunakan dalam masyarakat adalah bahan organik. Hasil dari pencacahan sampah daun kering akan digunakan sebagai kompos organik dimana sampah dedaunan sering kita jumpai di sekitar kita sehingga untuk mendapatkan sampah dedaunan cukup mudah.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian ANOVA. Jenis anova yang digunakan adalah prosedur Two – Way ANOVA atau sering disebut dengan varian dua arah (dua jalur). Alat uji ini untuk menguji apakah dua populasi atau lebih yang independen, memiliki rata-rata yang dianggap sama atau tidak sama.

Sudut mata pisau penting dalam proses pencacahan kerena pisau dengan sudut kecil akan menghasilkan cacahan sampah yang berukukuran kecil, sehingga akan mempercepat proses decomposing sampah. Data hasil pengujian menunjukan adanya pengaruh sudut mata pisau dan ketebalan pisau dalam proses pencacahan sampah daun kering. Hasil terbaik dari penelitian ini adalah sudut mata pisau 30° dengan ketebalan mata pisau 5mm. Dimana sudut 30° merupakan sudut terkecil dari penelitian ini sehingga dalam proses pencacahan, motor listrik akan lebih maksimal dalam proses pencacahan. Untuk ketebalan yang terbaik adalah ketebalan pisau 5mm kerena semakin ringan pisau putaran motor akan lebih maksimal.

 

Kata kunci : kemiringan,sudut mata pisau, ketebalan pisau, hasil kompos.


Keyword

Hasil cacahan, sampah, kompos, sudut mata pisau

Reference

Anonim. Sampah organik daun kering.www.kaskus.co.id. Diakses tanggal 25 desember 2017.

.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Hipotesis penelitian. Bandung: PT.Rosda.

 

Hafzahra T. S, Wulandari, D. 2014. Analisis Gaya Spesifik Pemotongan Sabut kelapa. jurnal Keteknikan Pertanian vol.2, no 2 oktober 89 – 93..

 

Lisyanto, 2007. Evaluasi Parameter Desain Bajak Piring yang Diputar Untuk  Pengeprasan Tebu Lahan Kering [Disertasi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.Fakultas Teknologi Pertanian.

 

Nugroho, P. 2013. Mengolah sampah organik dan non organik.www.triaji.net, diakses pada tanggal 24 september 2012

 

Persson, S. 1987. Mechanics of Cutting Plant Material. Michigan: American Society of Agricultural Engineers.

 

Rusnaldy, M. Tanviqirrahman dan W. Ranuaji. 2009. Proses Simulasi untuk Menentukan Besarnya Gaya Potong pada Proses Bubut. Jurnal ROTASI  Vol. 11 (1): 29-32.

Sudiro. 2014. Perencanaan dan Penerapan Teknologi Alat Pemotong Rumput Makanan Ternak Sebagai Upaya Efisiensi Dan Peningkatan Produksi. jurnal AUTINDO Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2442-7918 Vol. 1 Nomor 1 Juni 2014.

 

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif  R&D. Bandung :Alfabeta.

 

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

 

Sugiyono. 2015. Metode penelitian kuantitatif R&D. Bandung : Alfabeta.

 

Suryanto, H. Pratoto, A. & Kasim, A. 2000. Rekayasa Mesin  Pencacah Limbah Jurnal Ilmiah Poli Rekayasa Volume 2, Nomor 1, Oktober 2006 ISSN : 1858-3709 Tandan Kosong Sawit untuk Menghasilkan Pulp sebagai Bahan Baku Industri Papan Serat dan Kertas. Laporan Hibah Bersaing 1998-2000, Universitas Andalas, Padang.

 

Suwerda, 2012. Mengolah sampah organik dan anorganik.

 

Suwinto, A., dan Suwanda, T. 2010. Perancangan Mesin Pencacah Sampah  Organik. Seminar Teknik Mesin UMY.Yogyakarta:Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.


PUBLISHED

2019-02-22

JOURNAL

Simki-Techsain

ISSN

2599-3011

ISSUE

Vol. 03 No. 04 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade