PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DIALOG SEDERHANA ANTARA DUA ATAU TIGA TOKOH DENGAN MEMPERHATIKAN ISI SERTA PERANNYA SISWA KELAS V SDN BANDAR LOR 2 MOJOROTO KOTA KEDIRI TAHUN 2017/2018


Author (Penulis)

NINDAR RAHAJENG
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

14.1.01.10.0289

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan, bahwa guru ketika kegiatan pembelajaran terutama pada pembelajaran terutama pada pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar masih menggunakan metode ceramah dan hanya terpacu pada buku lembar kerja siswa dan buku paket. Guru kurang memanfaatkan media yang tepat dalam menyampaikan materi pembelajaran. Sehingga siswa kurang tertarik dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan mengakibatkan hasil belajar siswa kurang maksimal.

            Permasalahan penelitian ini adalah (1) Bagaimana kevalidan media komik pada materi menulis dialog sederhana antara dua atau tiga tokoh dengan memperhatikan isi serta perannya kelas V SDN Bandar Lor 2?. (2) Bagaimana efektifitas media komik pada materi menulis dialog sederhana antara dua atau tiga tokoh dengan memperhatikan isis serta perannya kelas V SDN Bandar Lor 2?. (3) Bagaimana respon siswa terhadap media komik pada materi menulis dialog sederhana antara dua atau tiga tokoh dengan memperhatikan isi serta perannyakelas V SDN Bandar Lor 2?. Tujuan dari penelitian ini meningkatkan pemahaman siswa pada materi menulis dialog sederhana dengan menggunakan media komik.

            Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang menggunakan model ADDIE melalui 5 tahap yaitu (1) Analisis (Analisis kebutuhan dan analisis kinerja), (2) Desain, (3) Pengembangan, (4) Penerapan, (5) Evaluasi. Subjek penelitian ini siswa kelas V SDN Bandar Lor 2 kecamatan Mojoroto kota Kediri. Pada penelitian ini menggunkan ujicoba terbatas dan uji coba luas. Penelitian ini menggunakan 2 teknik analisis data yaitu teknik analisis data kualitatif dan teknik analisi data kuantitatif. Analisis data kualitatif diperoleh dari validasi media, perangkat pembelajaran, soal pretest dan postest, angket respon siswa dan guru. Sedangkan analisis data kuantitatif diperoleh dari hasil skor validasi media, perangkat pembelajaran, soal pretest dan postest, angket respon siswa dan guru.

            Pengembangan ini menghasilkan produk berupa media komik dialog sederhana. Simpulan hasil penelitian ini adalah (1) Media komik dialog sederhana dinyatakan valid dan dapat digunakan karena memperoleh hasil validasi media sebesar  91,1% dan hasil validasi perangkat pembeljaran sebesar 94%. (2) Media komik dialog sederhana dinyatakan efektif dalam materi menulis dialog sederhana karena memperoleh hasil 90% pada uji coba terbatas dan memperoleh hasil 85% pada uji coba luas yang berarti media komik dinyatatakan efektif. Pada angket respon guru memperoleh hasil sebesar 90% yang berarti mediakomik dinyatakan valid dan sangat efektif  (3) Media komik dialog sederhana memperoleh respon baik dari siswa dengan hasil 97,85% pada uji coba terbatas sementara pada uji coba luas memperoleh hasil 97,50% yang berarti mendapat respon sangat baik dari siswa.

 

Kata kunci  : Media Komik, Menulis Dialog Sederhana, Bahasa Indonesia


Keyword

PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DIALOG SEDERHANA ANTARA DUA ATAU TIGA TOKOH DENGAN MEMPERHATIKAN ISI SERTA PERANNYA SISWA KELAS V SDN BANDAR LOR 2

Reference

DAFTAR PUSTAKA

A, Pribadi, Beny.2008. Model Desain Pembelajaran. Jakarta: Dian Rakyat

Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Sudjana, N, Rivai, A. 2015.Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo 

Tarigan, Guntur, H. 2008. Menulis Sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa Indonesia. Bandung : Angkasa


PUBLISHED

2019-02-12

JOURNAL

Simki-Pedagogia

ISSN

2599-073X

ISSUE

Vol. 03 No. 01 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade