Gaya Bahasa Retorika pada Tokoh Percil\"polisi no despacito\"dalam Pelantikan Kapolres Kediri Tahun 2018


Author (Penulis)

TAUFIK ARI NUGROHO
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

14.1.01.07.0089

Abstract

ABSTRAK

Retorika adalah suatu teknik pemakaian bahasa sebagai seni, baik lisan maupun tulisan, yang didasarkan pada suatu pengetahuan yang tersusun baik. Hal ini sesuai dengan pendapat (Hendrikus, 1991:14), “Retorika berarti kesenian untuk berbicara baik, yang dicapai berdasarkan bakat alam dan keterampilan teknis.” Dewasa ini retorika diartikan sebagai kesenian untuk berbicara yang baik, yang dipergunakan untuk berkomunikasi antar manusia. Kesenian berbicara ini bukan hanya berbicara lancar tanpa jalan pikiran yang jelas dan tanpa isi, melainkan suatu kemampuan untuk berpidato dan berbicara secara singkat, jelas padat dan mengesankan.

Masalah penelitian ini adalah gaya bahasa retorika pada humor tokoh Percil “Polisi No Despacito” Dalam Pelantikan Kapolres Kediri. Pertanyaan penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimanakah bentuk gaya bahasa retorika pada tokoh Percil “PolisiNo Despacito”dalam Pelantikan Kapolres Kediri Tahun 2018? (2) Bagaimanakah penerapan gaya bahasa retorika pada tokoh Percil “Polisi No Despacito”dalam  Pelantikan Kapolres Kediri Tahun 2018?Secara umum tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gaya bahasa retorika pada tokoh Percil “Polisi No Despacito”. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang bentuk dan penerapan gaya bahasa retorika pada humor tokoh Percil “PolisiNo Despacito”.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hal ini karena, data yang dikumpulkan berupa data kualitatif. Obejek penelitian ini adalah gaya bahasa retorika. Sumber data penelitian ini adalah humor percil yang ada pada youtube  yang mengandung gaya bahasa retorika. Wujud data dalam penelitian ini adalah potongan teks dan atau kalimat yang mengandung kesalahan pilihan kata dan kesalahan kalimat. Memperhatikan objek, wujud dan sifat data serta sumber data, maka instrumen utama untuk penelitian ini yaitu berupa diri peneliti. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak, yang dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan melihat video secara teliti.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk gaya bahasa aliterasi, anasrof, assidenton, eufimismus, erostesis dan hiperbola  yang paling dominan dalam bentuk percakapan yag terjadi, jika dibandingan dengan simbol gaya bahasa yang digunakan tokoh Percil dalam humor. Oleh sebab itu gaya bahasa retorika ini menjadi salah satu refrensi yang digunakan dalam humor untuk mempengaruhi masyarakat agar terhibur.

Tokoh Percil menerapkan gaya bahasa simbolik memerlukan keterangan untuk menunjang topik tersebut. Keterangan yang menggunakan simbol dipergunakan untuk memperjelas uraian, memperkuat kesan, menambah daya tarik dan mempermudah pengertian. Tindakan tersebut berupa tindakan memperingatkan, mempengaruhi, menyarankan dan hasil penelitian dari segi penerapan bahwa dalam humor Tokoh Percil banyak simbolik simbolik yang dipakai terkait dengan tema lawakan yaitu seputar polisi jadi masyarakat mudah memahami simbolik simbolik yang disampaikan tokoh Percil dalan humornya yang dimana simbolik simbolik itu membuat tawa para audien yang hadir karena bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari.

 


Keyword

Bentuk Gaya Bahasa Retorika,Penerapan Gaya Bahasa Retorika

Reference

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Chaer. 2004. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

A S Hornby, Oxford Advanced Learner’s Dictionary, Oxford University Press, 2006

 

Anwar, Gentasari.  Retorika Praktis Teknik dan Seni Berpidato. 1995. Jakarta: Rineka Cipta.

 

Arifin, E. Zaenal dan S.Amran Tasai. 1991. Cermat Berbahasa Indonesia.Jakarta: MSP

 

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan. (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

 

Hendrikus, Dori Wuwur. 1991. Retorika: Terampil Berpidato, Berdiskusi, Berargumentasi, Bernegosiasi. Yogyakarta: Kanisius: Anggota IKAPI.

 

Kasiram, Moh. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif-Kualitatif. Malang: UIN Malang Press

 

Keraf, Gorys. 2002. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

 

Kridalaksana, Harimurti. 1985. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Moleong. Lexy J.2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

 

Masnur, Muslich. 2014. Garis-Garis Besar Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Bandung: PT Refika Aditama

 

Mahsun. 2014. Metode Penelitian Bahasa.(Edisi Revisi). Jakarta: Rajawali Pers

 

Mulyana, Deddy. 2012. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Widya Padjadjaran.

Effendy, Onong Uchjana. (2003). Ilmu, teori dan filsafat komunikasi. Bandung : Citra Aditya Bakti

Pringgawidagda, Suwarna. 2002. Strategi Penguasaan Berbahasa. Bandung: Adicita.

 

Putrayasa, Ida Bagus. 2010. Analisis Kalimat. Bandung: PT Refika Aditama.

 

Rahmat, Jalaluddin. Retorika Modern. 2012. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

 

Ranta. N. K. 2009. Stilistika: Kajian Puistika Bahasa, Sastra, dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

Suhandang, Kustadi. 2009. Retorika Strategi Teknik dan Taktik Pidato. Bandung: Nuansa.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa (Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik). Yogyakarta: Duta Wahana University Press.

 

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kualitattif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

 Siswantoro. 2010. Metode Penelitian Sastra. Surakarta: Pusat Pelajar

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Berbicara Sebagai Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Wibowo, Wahyu. 2001. Manajemen Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

 

 

 

 

 


PUBLISHED

2019-03-04

JOURNAL

Simki-Pedagogia

ISSN

2599-073X

ISSUE

Vol. 03 No. 04 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade