Simbolisme Pada Tradisi Tedhak Siten (Ritual Turun Tanah) di Desa Bandar Lor Kota Kediri


Author (Penulis)

RIA SUGIATI
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

14.1.01.07.0045

Abstract

Abstrak

 

Ria Sugiati (14.1.01.07.0045) : Simbolisme pada Tradisi Tedhak Siten (Ritual Turun Tanah) di Desa Bandar Lor Kota Kediri Skripsi, Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Nusantara PGRI Kediri,2019

 

Penelitian ini dilatarbelakangi pengamatan terhadap objek penelitian yang berupa tradisi Tedhak Siten dalam masyarakat di Desa Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Pengamatan ini dilakukan terhadap nilai simbolisme dalam bentuk, makna, dan fungsi dari masing – masing prosesi atau perlengkapan pada tradisi Tedhak Siten. Penelitian ini menggunakan penelitian kajian simbolisme yang terdiri dari : 1) bentuk yang meliputi : anak menapaki tujuh jadah warna,anak menaiki tangga,ceker-ceker,anak dimasukkan kurungan ayam,undhik-undhik,anak dimandikan dan kenduri 2) makna yang meliputi : anak menapaki tujuh jadah warna,anak menaiki tangga,ceker-ceker,anak dimasukkan kurungan ayam,undhik-undhik,anak dimandikan dan kenduri 3) fungsi yang meliputi : anak menapaki tujuh jadah warna,anak menaiki tangga,ceker-ceker,anak dimasukkan kurungan ayam,undhik-undhik,anak dimandikan dan kenduri.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana deskripsi bentuk simbol pada tradisi Tedhak Siten di Desa Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, meliputi : anak menapaki tujuh jadah warna,anak menaiki tangga,ceker-ceker,anak dimasukkan kurungan ayam,undhik-undhik,anak dimandikan dan kenduri (2) Bagaimana deskripsi makna simbol pada tradisi Tedhak Siten di Desa Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, meliputi : anak menapaki tujuh jadah warna,anak menaiki tangga,ceker-ceker,anak dimasukkan kurungan ayam,undhik-undhik,anak dimandikan dan kenduri (3) Bagaimana deskripsi fungsi simbol pada tradisi Tedhak Siten di Desa Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, meliputi : anak menapaki tujuh jadah warna,anak menaiki tangga,ceker-ceker,anak dimasukkan kurungan ayam,undhik-undhik,anak dimandikan dan kenduri.

Dalam penelitian ini menggunakan antropologi. Antropologi adalah pendekatan yang menggunakan metode observasi dan wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan kajian simbolisme. Penelitian ini dlakukan melalui empat tahapan penelitian, yaitu tahapan persiapan, tahapan pembuatan rencana penelitian, tahapan pelaksanaan penelitian, dan tahapan penyelesaian. Sumber data utama adalah video tradisi tedhak siten, hasil wawancara, observasi dengan narasumber.

            Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa : (1) Bentuk simbol verbal pada tradisi tedhak siten adalah pembacaan makna pada setiap prosesi  tedhak siten, sedangkan simbol nonverbal meliputi tindakan pada prosesi tradisi tedhak siten. (2) Makna simbol pada tradisi tedhak siten berkaitan dengan konteks religi, etika, estetika, dan filosofi. (3) Fungsi simbol pada tradisi tedhak siten meliputi digunakan untuk menafsirkan realitas, digunakan untuk merekontruksi realitas, digunakan untuk menciptakan tatanan, dan digunakan untuk menciptakan kesan intelektual.

 

KATA KUNCI : Simbolisme, Tradisi Tedhak Siten (Ritual Turun Tanah)


Keyword

Simbolisme, Tradisi Tedhak Siten (Ritual Turun Tanah)

Reference

DAFTAR PUSTAKA

Sumber buku :

Arikunto, Suharsini.2013.Prosedur Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Bratawijaja, Thomas Wiyasa. 2000. Upacara Tradisional Masyarakat Jawa. Jakarta : Sinar Harapan.

Danandjaja, James. 2012. Folklor Indonesia(ilmu gosip, dongeng,dan lain-lain). Jakarta: PT Pustaka Grafitipers.

Endraswara,Suwardi.2009.Metodologi Penelitian Folklor.Yogyakarta: Media Pressindo.

Haryanto, Sindung.2013. Dunia Simbol Orang Jawa. Yogyakarta: Kepel Press

H.B,Sutopo. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif : Dasar Teori dan Terapannya Dalam Penelitian. Surabaya : Universitas Sebelas Maret

Herusatoto, Budiono,2000.Simbolisme Dalam Budaya Jawa. Jogjakarta:Hanindita Graha Widia.

Koentjaraningrat. 2015. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : PT Rineka Ciptap

Moleong,Lexy J.2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda Karya.

Poerwanto, Hari.2010. Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Ratna, I Nyoman Kutha. 2011. Antropologi Sastra : Peranan Unsur – unsur Kebudayaan Dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sastrowardoyo, Subagio. 2007. Sekilas Soal Sastra dan Budaya. Jakarta : Balai Pustaka

Satoto, Soediro. 2009. Metode Penelitian Sastra. Surakarta : Yuma Pustaka

Semi,M.Atar.2010.Metode Penelitian Sastra. Bandung : Angkasa.

Siswantoro. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung : Alfabeta

Sugiyono.2014.Memahami Penelitian Kualitatif.Bandung:  Alfabeta.

Yana,MH.2010.Falsafah dan Pandangan Hidup Orang Jawa. Yogyakarta : Absolut

Sumber lain :

Agustina, Ismaya Dwi. 2012.Pengertian Teori.Online. Tersedia : https://ismayadwiagustina.wordpress.com/2012/11/26/pengertian-teori/. Diunduh 11 Agustus 2018

Dewi, Kadita Prabowardhani.2016. Prosesi Upacara Tedhak Siten Anak Usia 7 Bulan Dalam Tradisi Adat Jawa. Online . tersedia : http://eprints.ums.ac.id/47763/17/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf. Diunduh 15 Juli 2018

Darmawan. 2008. Pengertian Bentuk. Online. Tersedia : http://aryagitha.blogspot.com/2009/12/arti-logo.html . Diunduh 11 September 2018

Endahwati,Sri,dkk.2012.Upacara Adat Jolenan Di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo: Kajian Makna Simbolik dan Nilai Religi,vol/02/No.02.Online.Tersedia: http://bastind.fkip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2013/02/Sri-Endahwati.pdf. Diunduh 10 Oktober 2018

Handayani. 2012. Tradisi Nyadran. Online.Tersedia : https://caridokumen.com/download/tradisi-nyadran-sebagai-komunikasi-ritual-studi-kasus-di-desa-sonoageng-kabupaten-nganjuk-_5a451c56b7d7bc7b7aa42342_pdf . Diunduh pada : 20 Juli 2018

Kasnata, Andik.2014.Antropologi  Sastra.(Online). Tersedia : http://andikkasnata.blogspot.com/2014/10/antropologi-sastra_73.html. Diunduh 18 Juli 2018

Na’ilatun Najah. 13.1.01.07.0025.Kajian Simbolisme Tata Cara Tingkepan (Hamil Tujuh Bulan) Di Kabupaten Kediri.UN PGRI Kediri

Pratiwi, Wayuni Eka.2015.Pengaruh Budaya Jawa dan Harga Diri Terhadap Arsetivitas pada Rema Siswa Kelas X di SMA Negeri 3 Ponorogo. Online. Tersedia : http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2015/02/JURNAL%20YUNI%20(02-18-15-23-25).pdf .Diunduh 01 Juli 2018

Sihyati.2015. Simbol Verbal Nilai Kependidikan dalam Tetrologi Laskar Pelangi. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, (Online), tersedia: http://library.um.ac.id. Diunduh 25 September 2018


PUBLISHED

2019-02-15

JOURNAL

Simki-Pedagogia

ISSN

2599-073X

ISSUE

Vol. 03 No. 02 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade