PERBANDINGAN METODE PENGAWETAN CAPUNG (ODONATA)


Author (Penulis)

BELLA NANDA PAMELA
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

14.1.01.06.0024

Abstract

Capung memiliki banyak manfaat dalam bidang penelitian biologi, ekologi, dan untuk tampilan museum (insectarium). Oleh sebab itu, diperlukan pengawetan capung sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pada masa yang akan datang dan membantu perkembangan ilmu pengetahuan dalam penanganan spesimen menjadi mudah, tidak mudah rusak, dan bernilai ilmiah sebagai tampilan museum (insectarium). Penelitian ini menggunakan jenis rancangan penelitian desksriftif kualitatif dengan mendiskripsikan perubahan struktur morfologi capung berdasarkan pada data yang terkumpul selama penelitian. Analisis data dilakukan dengan melihat lama optimasi waktu pada setiap metode yang dilakukan, perubahan warna, tekstur, dan kerapuhan (kepala, toraks, tungkai, sayap, abdomen, embelan). Hasil penelitian. Pengawetan pinning merupakan metode terbaik dibandingkan ke-empat metode yang digunakan untuk pengawetan sebelumnya. Pengawetan capung dengan menggunakan metode ini hanya mengalami perubahan pada warna kepala, sehingga struktur morfologi capung secara keseluruhan masih dalam keadaan normal dengan menggunakan metode pengawetan ini selama 30 hari.


Keyword

Capung (odonata), metode pengawetan

Reference

Borror, D.J. Tiplehom, C. A., Johson, N. F. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga. Terjemah Soetiyono Partosoedjono. 1996. Edisi Keenam. Yogyakarta.  Universitas Gajah Mada.  Press. 241-258.

 

Flaschka, H., Floyd, J. 1969. A Simplified Method Of Freeze-Drying Caterpillars. Atlanta.  Chemistry Departement.. Institute Of Technology. Journal of the Lepidopterists’ Society, 23 (1):  43-48.

 

Leksono, S., A, Yanuwiwadi, B., Hasyim, M., Asmuni, Apituley, F., Leonardo.  2015. Komposisi Serangga Kanopi di Kebun Apel Poncokusumo Malang dan Bumiaji Batu. Malang. FMIPA. Universitas Brawijaya. Journal Of Life Science,  2 (1): 1-7.

 

Oktarima, D., W. 2015. Pedoman Mengoleksi, Preservasi serta Kurasi Serangga dan Artropoda. Jakarta:  Badan Karantina Pertanian - Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati.

 

Rahadi, W., S, Feriwibisono, B., Magdalena, P., N. 2013.  Naga Terbang Wendit Keanekaragaman Capung Perairan Wendit,  Malang, Jawa Timur.  Malang: Indonesia Dragonfly Society.

 

Sulistiyowati, T., I, Rahmawati, I., Prameswari, I., T. 2018. Kemelimpahan Capung (Odonata) di DAS Brantas Kota Kediri: Sebagai Studi Pendahuluan Biomonitoring Perairan.  Kediri. Jurnal Bioma, 7 (2): 211-218

 

Susanti, S. 1998. Panduan Lapangan Mengenal Capung. Bogor. Puslitbang Biologi  LIPI.

 

Waluyo, L. 2007. Mikrobiologi Umum (Volume 3). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang: UPT. Universitas Muhammadiyah Malang.

 

Wardhana, A., H, S. Muharsini, Suhardono. 2003. Metode Pengawetan Larva dan Lalat Dewasa Chrysomya bezziana (Diptera: Calliophoridae) Untuk Analisis DNA Mitokondria. Bogor. Balai Penelitian Veternier. 8 (4): 256-275.

 


PUBLISHED

2019-02-14

JOURNAL

Simki-Techsain

ISSN

2599-3011

ISSUE

Vol. 03 No. 01 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade