PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VII MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) PADA MATERI PERBANDINGAN


Author (Penulis)

TIARA DEWI MEIRIZKA
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

14.1.01.05.0008

Abstract

ABSTRAK

 

Tiara Dewi Meirizka :Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Kelas Vii Melalui Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Pada Materi Perbandingan, Skripsi, Pendidikan Matematika, FKIP UN PGRI Kediri, 2019.

 

            Kemampuan Koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan dasar pembelajaran matematika.Berdasarkan peneliti terdahulu tentang metode pembelajaran yang digunakan oleh guru umumnya konvensional dan sedikitnya siswa yang memiliki kemampuan koneksi matematis. Proses pembalajaran yang membuat siswa kurang bisa mengembangkan kemampuan dasar matematika, pembelajaran lebih ditekankan untuk menghafal.

Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Refleksing, Extending) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa pada materi perbandingan baik dilakukan observasi guru, observasi siswa, respon siswa memberikan angket pada siswa, dan memberikan soal posttest dengan penskoran hasil belajar untuk melihat rata-rata hasil belajar siswa(2) mengetahui terdapat peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa kelas VII melalui model pembelajara CORE (Connecting, Organizing, Refleksing, Extending) pada materi perbandingan.

            Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pra experimental.Dengan subjek penelitian kelas VII-A SMPN 1 Gampengrejo pada tahun ajaran 2018-2019.Data penelitian diambil melalui observasi dan tes.Analisis data menggunakan IBM SPSSStatistics 23.

            Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) berdasarkan hasil analisis deskriptif penelitian dilihat dari persentase rata-rata lembar observasi guru sebesar 84% dengan kriteria baik, lembar observasi aktivitas siswa sebesar 85% dengan kriteria baik, lembar angket respon siswa sebesar 88,86% dengan kriteria baik, rata-rata hasil belajar 81% dengan kriteria baik (2) berdasarkan hasil analisis uji hipotesis diperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa kelas VII setelah diberikan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Refleksing, Extending) pada materi perbandingan.

            Berdasarkan simpulan tersebut, hendaknya guru menggunakan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Refleksing, Extending) pada materi perbandingan kelas VII agar dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa .

 

KATA KUNCI  :Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending),  Kemampuan Koneksi Matematis


Keyword

Kemampuan Koneksi Matematis, Model Pembelajaran CORE

Reference

Depdiknas, “Permendiknas No.22 Tahun 2006”, http://matematikaujeng.blogspot.co.id, diakses pada tanggal 18 Desember 2018

 

NCTM. 2000. Principles and Standards ror School Mathematics. The United State of America

 

Pujiati, L. 2007. Kemampuan Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 29 Bandung dalam Koneksi Matematik dengan Menggunakan Metode IMPROVE. Tesis PPS UPI: Tidak diterbitkan.

 

Ruspiani. 2000. Kemampuan Siswa dalam Melakukan Koneksi Matematika.Tesis PPS UPI: Tidak diterbitkan.

 

Wahyudin. 2008. Pembelajaran dan Model-model Pembelajaran. Bandung: UPI

 

Widyaningsih.2014. Upaya Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis dan Kemandirian Belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui Model CORE.http://www.stikipsiliwangi.ac.id/ yang diakses pada tanggal 14 Juni 2017


PUBLISHED

2019-07-30

JOURNAL

Simki-Techsain

ISSN

2599-3011

ISSUE

Vol. 03 No. 05 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade