PROSES BERPIKIR SEQUENTIAL SISWA PADA MATERI PROGRAM LINIER DITINJAU DARI GAYA BELAJAR


Author (Penulis)

LIAN HENDI SAPUTRA
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

14.1.01.05.0004

Abstract

ABSTRAK

Berpikir sequential merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki semua orang untuk mengatur pola piker secara runtut dalam menyelesaikan suatu masalah. Setiap orang memiliki tipe berpikir yang berbeda-beda ada yang sequential kogkrit atau sequential abstrak. Beberapa area dari pemecahan masalah matematika berhubungan dengan berpikir sequential. Salah satunya dalam masalah program linier. Pada program linier sangat dibutuhkan pengerjaan yang runtut sehingga dalam hal ini kemampuan berpikir sequential sangat dibutuhkan. Dalam menyelesaikan masalah program linier setiap orang memiliki cara sendiri-sendiri. Cara tersebut disebut gaya belajar.

 Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir sequential siswa dalam menyelesaikan masalah program linier dari masing-masing gaya belajar. Terdapat tiga gaya belajar yang akan diamati yaitu visual, auditori dan kinestetik. Dari masing-masing gaya belajar ini akan diamati proses berfikir sequential siswa dalam menyelesaikan masalah program linier.

 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sebanyak 12 siswa kelas XI SMK dipilih sebagai sampel dengan pertimbangan dari guru. Setelah itu siswa diberi tes gaya belajar. Kemudian dipilih 3 siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Masing – masing gaya belajar diambil 1. Sampel ini akan diberi tes program linier dengan indikator yang sesuai dengan berpikir sequential. Kemudian melalui wawancara yang mendalam (dept interview) akan diperoleh proses berpikir sequential siswa dalam memecahkan masalah program linier.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki gaya belajar visual mampu menuliskan seluruh jawaban dengan lengkap, meliputi apa yang diketahui, apa yang ditanya, mampu menuliskan model matematika, fungsi objektif dan kesimpulan dari jawabannya. Selain itu proses pengerjaanya runtut dan jelas, sedangkan siswa yang memiliki gaya belajar auditori hampir sama dengan siswa visual, perbedaannya terletak pada siswa mampu menuliskan sebagian besar jawaban dengan lengkap, walaupun ada salah satu keterangan yang tidak dia tuliskan. Berbeda dengan siswa visual dan auditori, siswa kinestetik dapat menuliskan sebagian kecil jawaban lengkap, banyak keterangan yang tidak siswa tuliskan walaupun siswa mengerti tentang jawabn tersebut.

 

KATA KUNCI  : Program Linier, Berpikir Sequential, Gaya Belajar.


Keyword

BERPIKIR SEQUENTIAL, PROGRAM LINIER, DAN GAYA BELAJAR

Reference

DAFTAR PUSTAKA

Deporter, B. dan Hernacki, M. 2002. Quantum Learning: Membiasakan Belajar dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa. 

Khodijah, Nyanyu. 2006. Psikologi Belajar. Palembang: IAIN Raden Fatah Press Suriasumantri.

Moleong, Lexy J. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakary.


PUBLISHED

2019-02-14

JOURNAL

Simki-Techsain

ISSN

2599-3011

ISSUE

Vol. 03 No. 02 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade