ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA FIRMA JOGLO SUMINAR BATIK DI DESA SEKOTO KECAMATAN BADAS


Author (Penulis)

CARMELIA SEPTIANI UTAMI
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

14.1.01.04.0031

Abstract

ABSTRAK

 

 

CARMELIA SEPTIANI UTAMI: Analisis Break Even Point (BEP) Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada Firma Joglo Suminar Batik di Desa Sekoto Kecamatan Badas, Skripsi, Pendidikan Ekonomi, FKIP UN PGRI Kediri, 2019.

 

Penelitian ini dilatar belakangi hasil pengamatan dan penelitian, bahwa dalam melakukan kegiatan produksi Joglo Suminar Batik tentunya tidak lepas dari adanya masalah yang timbul. Dalam penulisan skripsi ini yang menjadi permasalahan adalah perusahaan tidak pernah menghitung seberapa besar  break even  point, dan masih menggunakan perhitungan perkiraan di Joglo Suminar Batik. Tujuannya adalah untuk mengetahui penggunaan analisis Break Event Point (BEP) yang dapat merencanakan laba pada Firma Joglo Suminar Batik.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, periode penelitian ini adalah selama 5 tahun dari periode 2013 – 2017. Tempat penelitian ini adalah pada Joglo Suminar Batik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara dan dokumentasi. Elemen yang menentukan break even point yaitu: harga jual, biaya tetap, serta perubahan komposisi penjualan. Apabila salah satu faktor berubah (tanpa mempengaruhi faktor lain) maka akan mempengaruhi jumlah break even point.

Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, tahun 2013 titik impas mencapai 1.658 unit, penjualan Joglo Suminar Batik unit yang telah terjual mencapai 6.000 unit. Sampai tahun 2017 titik impas mencapai 1.931 unit penjualan Joglo Suminar Batik unit yang telah terjual mencapai 9.500 unit. Penjualan actual Joglo Suminar Batik pada tahun 2013 adalah sebesar Rp.600.000.000 sedangkan perencanaan labanya ialah Rp.273.394.000. Sampai dengan tahun 2017, penjualan actual Joglo Suminar Batik ialah Rp.950.000.000 sedangkan perencanaan laba tahun 2017 sebesar Rp.409.278.200. Dapat  dikatakan bahwa perusahaan sudah melampaui target laba yang di rencanakan.  Analisis break even point  (titik impas) pada perhitungan yang terjadi sudah dapat dipastikan Joglo Suminar Batik pada  tahun 2013-2017 sudah berada pada posisi di atas titik impas dan memperoleh laba. Namun perusahaan Joglo Suminar Batik ditemukan sebuah kendala mengenai perubahan naik turunnya BEP unit Disarakan agar perusahaan harus bisa mengendalikan biaya jika ingin menggunakan harga jual yang sama tiap tahunnya.

 

Kata kunci : Break Even Point (BEP), Perencanaan Laba

 


Keyword

Break Even Point (BEP) ; Perencanaan Laba

Reference

Abdul Halim dkk, 2013.  Akuntansi Sektor  Publik Akuntansi Keuangan Daerah Edisi 4. Salemba Empat. Jakarta.

 

Carter, Wilimiam K. 2009. Akuntansi Biaya. Buku 1, Edisi 14. Jakarta: SalembaEmpat.

 

Hansen, D. R., Mowen, Maryanne M. (2009). Akuntamsi Manajemen. SalembaEmpat Jakarta.

 

Mulyadi. 2016. Akuntansi Biaya. Edisi Kelima, Cetakan Sepuluh. Yogyakarta:Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.

 

Rhibels. 2010. Analisis BEP Multi Produk Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada CV.Cahaya Selatan (https://ejournal.stiesia.ac.id/jira/article/view/623).Diunduh tanggal 12 November 2017.

 

Sugiyono 2001, Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Penerbit Alfabeta.

 

Zaini Muhammad. 2016. Analisis Keuntungan dan Titik Impas Rumah Tangga Tahu di Kecamatan Punggur, Lampung .(https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/13145). Diunduh tanggal 1 November 2017.

 


PUBLISHED

2019-02-10

JOURNAL

Simki-Economic

ISSN

2599-0748

ISSUE

Vol. 03 No. 01 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade