STUDI KASUS KORBAN PERILAKU BULLYING VERBAL KELAS XI DI SMAN 3 KEDIRI


Author (Penulis)

MART AIDHIN SASMOKO
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

14.1.01.01.0152

Abstract

ABSTRAK

 

Mart Aidhin Sasmoko:  Studi Kasus Korban Perilaku Bullying Verbal Kelas XI di SMAN 3 Kediri, Skripsi, Bimbingan & Konseling, FKIP UN PGRI Kediri, 2019.

 

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengalaman peneliti, pada saat melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Bahwa perilaku bullying masih sering dijumpai seperti mengolok-olok, memberi nama panggilan, menyindir, mengucilkan dan menyembunyikan barang, yang akan berdampak negatif bagi korbannya, dan bisa membuat korban menjadi terganggu pada saat proses belajar disekolah. Sedangkan kondisi ideal yang seharusnya terjadi disekolah yaitu siswa harus menghargai sesama teman. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana korban bullying verbal yang terjadi di kelas XI SMAN 3 Kediri. Bullying merupakan tindakan negatif dilakukan secara berulang oleh seseorang atau sekelompok orang yang bersifat menyerang karena adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pihak pelaku dan korban. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendiskripsikan dan menjelaskan bagaimana dampak yang terjadi terhadap korban perilaku bullying verbal di kelas XI SMAN 3 Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Sumber data dari data primer yaitu wawancara dari salah satu guru BK yang menangani kasus bullying  dan 5 siswa  yang menjadi korban bullying. Data skunder dari dokumentasi dan catatan lapangan. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu : wawancara terstruktur, dokumentasi dan catatan lapangan. Tahap analisis data (1) reduksi yaitu menyederhanakan data (2) paparan penyajian data (3) penarikan kesimpulan. Uji keabsahan menggunakan uji credibility teknik triangulasi teori. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa perilaku bullying yang sering terjadi yaitu bentuk verbal yang berdampak negatif. Siswa yang menjadi korban akan mengalami permasalahan mulai dari marah, sedih, malas sekolah dan balas dendam. Hal ini akan mengakibatkan permasalahan dalam proses pembelajaran, pertemanan, pertengkaran dan penurunan akademik. Berdasarkan simpulan dari penelitian direkomendasikan kepada: (1) guru BK diharapkan lebih dekat dengan siswa dan memahami karakter siswa sehingga guru BK bisa mengawasi perilaku siswa. Sehingga permasalahan bullying dapat ditangani sebelum berkelanjutan (2) Sekolah diharapkan lebih ikut serta dalam menangani kasus bullying sehingga dengan kerjasama antara semua pihak sekolah maka kasus bullying dapat teratasi dan berkurang.

 

 

Kata kunci :  korban bullying verbal

 

 

 

 

 

 

 


Keyword

Korban bullying verbal

Reference

Kustanti, E. R. 2015. Gambaran Bullying pada Pelajar di Kota Semarang. Jurnal Psikologi Undip, 14 (1). (online), tersedia: http://ejournal.undip.ac.id/ind-ex.php/psikologi/article/view/9796), diunduh 10 Desember 2017

Moleong J. Lexy. 2014.Metodologi Penelitian Kualitiatif Edisi Revisi. Bandung : PT Reamaja Rosdakarya

Novalia, R. 2016. Dampak Bullying terhadap Kondisi Psikososial Anak di Perkampungan Sosial Pingit. (online). tersedia: http://www.digilib.uin-suka.ac.id/22057/1/12250012_BAB-1_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA-.pdf diunduh 10 Desember 2017.

Robert, K.Y. 2013. Studi Kasus Desain dan Metode. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA

Shidiqi, Suprapti. 2013.Pemaknaan Bullying pada Remaja Penindas (The Bully) Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial Vol. 2 No. 2, Agustus 2013

Wiyani N.A  2014. Save Our Childern from School Bullying. Jogjakarta: AR-Ruzz Media

 

       


PUBLISHED

2019-02-14

JOURNAL

Simki-Pedagogia

ISSN

2599-073X

ISSUE

Vol. 03 No. 01 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade