ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2012-2015


Author (Penulis)

PURNAMA RUDI HERMAWAN
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

13.1.02.02.0506

Abstract

ABSTRAK Kinerja keuangan antara sebelum dan sesudah stock split perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana perbedaan antara kinerja perusahaan sebelum dan sesudah stock split dilakukan. Kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah stock split juga perlu diperhatikan bagi calon investor untuk menilai apakah layak atau tidak saham perusahaan yang akan dibeli. Permasalahan penelitian ini adalah (1) Bagaimana kinerja keuangan sebelum stock split pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015? (2) Bagaimana kinerja keuangan sesudah stock split pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015? (3) Bagaimana perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015? Penelitan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2015 dengan jumlah sampel 13 perusahaan manufaktur yang melakukan stock split pada periode 2012-2015. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan uji beda t-test yaitu paired samples t-test dan wilcoxon signed range test untuk menguji rata-rata dua sampel yang berhubungan dengan menggunakan program SPSS for windows versi 23. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan sebelum stock split pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015 dengan proksi variabel Current Ratio (CR) dan Return On Equity (ROE) lebih baik daripada sesudah stock split. Akan tetapi berdasarkan proksi variabel kinerja keuangan yang lain yaitu, Debt To Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), dan Earning Per Share (EPS) lebih kecil (menurun) daripada sesudah stock split. Kinerja keuangan sesudah stock split pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015 dengan proksi variabel Current Ratio (CR) dan Return On Equity (ROE) lebih buruk daripada sebelum stock split. Akan tetapi berdasarkan proksi variabel kinerja keuangan yang lain yaitu, Debt To Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), dan Earning Per Share (EPS) semakin meningkat sesudah stock split. Pada uji beda menunjukkan proksi variabel Earning Per Share (EPS) terdapat perbedaan signifikan. Sedangkan pada proksi variabel Current Ratio (CR), Debt to Equity (DER), Total Asset Turnover (TATO), dan Return On Equity (ROE) tidak terdapat perbedaan signifikan. KATA KUNCI : kinerja keuangan, stock split

Keyword

kinerja keuangan, stock split

Reference


PUBLISHED

2017-08-16

JOURNAL

Simki-Economic

ISSN

2599-0748

ISSUE

Vol. 01 No. 07 Tahun 2017

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade