Kajian Simbolisme Tata Cara Tingkeban (hamil tujuh bulan) di Kabupaten Kediri


Author (Penulis)

NA';ILATUN NAJAH
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

13.1.01.07.0025

Abstract

ABSTRAK Na’ilatun Najah (13.1.01.07.0025):Kajian Simbolisme Tatacara Tingkepan(hamil tujuh bulan) di Kabupaten Kediri Skripsi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Nusantara PGRI Kediri, 2017 Kata kunci: Simbolisme, Tatacara Tingkepan(hamil tujuh bulan) Tingkepan adalah tata cara dan tata upacara yang dilaksanakan ketika kan-dungan seorang wanita berusia tujuh bulan. Tingkepan disebut juga mitoni, yang berasal dari kata pitu yang berarti tujuh.Upacara tingkepan hanya dilakukan oleh wanita yang hamil pertama kali/hamil anak pertama dan kandungan menginjak usia tujuh bulan. Tujuan tatacara tingkepan adalah untuk mengetahui dan men-deskripsikan prosesi jalanya upacara tingkepan(hamil tujuh bulan) yang meliputi kendurin, siraman, dan menjual rujak, serta mendes-kripsikan bentuk simbol, makna simbol serta fungsi simbol yang terdapat dalam prosesi tatacara Tingkepan(hamil tujuh bulan.) Penelitian ini dilatar belakangi pengamatan terhadap objek penelitian yang berupa Upacara prosesi tingkepan(hamil tujuh bulan) dalam masyarakat di Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Pengamatan ini dilakukan ter-hadap nilai simbolisme dalam bentuk, makna, dan fungsi dari masing-masing prosesi ataupun perlengkapan (ubo rampe) di masyarakat di Kabupatan Kediri, sehingga ditemukan nilai-nilai simbolisme yang menjadi bahan penelitian.Dalam penelitian ini digunakan pendekatan antropologi yaitu antropologi sastra dan an-tropologi budaya. Selain itu penelitian ini juga menggunakan penelitian nilai kajiansimbolisme yang terdiri dari: 1) bentuk yang meliputi: kendurin (selamat-an), siraman, serta menjual rujak dan dawet. 2) Makna yang meliputi: kendurin (selamatan), siraman, serta menjual rujak dan dawet. 3) Fungsi yang meliputi: kendurin (selamatan), siraman, serta menjual rujak dan dawet. Permasalahan penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah deskripsi bentuk simbol-simbol dalam tata cara tingkepan (hamil tujuh bulan) di Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, meliputi: kendurin, siraman, dan men-jual rujak?, 2). Bagaimanakah deskripsi makna simbol-simbol dalam tata cara tingkepan (hamil tujuh bulan) di Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, meliputi: kendurin, siraman, dan menjual rujak?, 3) Bagaimanakah deskripsi fungsi simbol-simbol dalam tata cara tingkepan (hamil tujuh bulan) di Desa Jarirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, meliputi: kendurin, siram-an, dan menjual rujak? Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi dengan kajian nilai simbolisme.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.Penelitian ini dilakukan sejak bulan Januari 2017 sampai dengan Juni 2017.Penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan penelitian, yaitu tahapan persiapan, tahapan pembuatan rencana penelitian, tahapan pelaksanaan penelitian, dan tahapan pembuatan laporan penelitian. Kajian simbolisme tatacara tingkepandi Kabupaten Kediri yaitu meliputi 1) Deskripsi bentuk simbol, 2) deskripsi makna simbol, dan deskripsi fungsi simbol.Dilihat dari bentuknya upacara adat yang dilakukan oleh seseorang yang dikaruniai bayi dalam kandunganya yang sudah berusia tujuh bulan. Simpulan hasil penelitian tatacara tingkepansebagai berikut: 1) Deskripsi bentuk simbol-simbol dalam tata cara tingkepan (hamil tujuh bulan) di Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri yang meliputi:Kendurin adalah upacara sedekah makanan. Ubo rampe yang disajikan sebagai berikut:tumpeng kuat,tumpengrobyong, sego golong, sego brok, nasi rogoh(Segomegono),ingkung,pisang raja (gambir, sirih, jambe), keleman,taker plontang,dawet ayu, rujak manis, jenangprocot, jenang sengkolo. Siramanmerupakan prosesi pembersihan diri calon orang tua., dan Dodol rujak dan dawet merupakan prosesi terakhir dalam upacara tingkepan.2) Deskripsi makna simbol-simbol dalam tata cara tingkepan (hamil tujuh bulan) di Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri yang meliputi: Kendurinmaknanya mensyukuri atas dianugrahinya keturunan kepada keluarga tersebut. Siraman yaitu prosesi kedua yang dilakukan dalam tata cara tingkepan,yang memiliki makna untuk pembersihan diri calon orang tua dan menghilangkan semua halangan yang ada didalam tubuh kedua orang tua, dandodol rujak, dawet yaitu prosesi terakhir yang dilakukan dalam tata cara tingkepan, prosesi ini memiliki maknaagar kelak sang anak dapat bekerja keras dalam bekerja. 3) Deskripsi fungsi simbol-simbol dalam tata cara tingkepan (hamil tujuh bulan) di Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri yang meliputi: Kendurin fungsinya adalah sebagai ucapan syukur. Siraman fungsinya pembersihan diri calon orang tua.Dodol rujak dan dawet yaitu sebagai ritual akhir dalam acara tingkepan. Berdasarkan penelitian di atas diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian mengenai tatacaratingkepan(hamil tujuh bulan), dengan menggunakan pendekatan yang berbeda sehingga mampu menemukan hal-hal baru yang menarik. Bagi dunia pendidikan, diharapkan hasil penelitian dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap pemahaman karya sastra khususnya yang ber-kaitan dengan pengajaran sastra dan budaya, dan juga tatacara prosesi upacara bagi orang yang hamil tujuh bulan.Selain itu dapat digunakan sebagai dorongan bagi mahasiswa dan pelajar untuk lebih memperhatikan kajian simbolisme dalan tradisi atau upacara di masyarakat.

Keyword

Simbolisme, Tatacara Tingkepan (hamil tujuh bulan)

Reference


PUBLISHED

2018-02-15

JOURNAL

Simki-Pedagogia

ISSN

2599-073X

ISSUE

Vol. 02 No. 06 Tahun 2018

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade