Pengaruh penambahan jumlah nozzle water sprayer terhadap kinerja AC


Author (Penulis)

JANUARIUS FRAZ
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Author Identity (NPM)

12.1.03.01.0007

Abstract

ABSTRAK

Dengan adanya AC ruangan maka suhu kelembaban udara dan kebersihan udara di dalam ruangan dapat terjaga.AC menyebapkan suhu ruangan lebih dingin performance pada sistem AC ruangan sangat dipengaruhi oleh kerja kompressor, sehingga kerja pada kompressor sangat mempengaruhi kinerja AC ruangan.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pengaruh penambahan jumlah nozzle water sprayer  terhadap kinerja AC? (2) Bagaimana rancangan penambahan jumlah nozzle water sprayer terhadap kinerja AC.?

Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menambahkan nozzle water sprayer pada kondensor, sehingga beban pendinginan pada kondensor diharapkan meningkat.Kemudian panas yang di keluarkan oleh kondensor dan COP dievaluasi.

 Kesimpulan penelitihan ini menunjukkan peningkatan penambahan nozzle watersprayerterhadap kerja kompressor berpengaruh terhadap nilai Coefficient Of Performance (COP) atau unjuk kerja pada AC ruangan, ini ditunjukan dengan data yang dihasilkan. Nilai COP nozzle tiga pada menit sembilan yaitu 9,6kj/kg dan pada menit enam yaitu 9,8kj/kg. Nilai Coefficient Of Performance (COP) akan optimal pada menit tiga yaitu 9,9kj/kg Semakin besar kerja kompressor AC ruangan yang diberikan maka semakin cepat menurunkan suhu/mendinginkan ruangan. Efisien tertinggi yang dihasilkan dari AC ruangan ini senilai 8,30% .

Kata kunci :nozzle water sprayer, koefisien prestasi air conditioner.


Keyword

Nozzle water sprayer,koefisien prestasi air conditioner

Reference

DAFTAR PUSTAKA

ASHRAE. 2001. ASHRAE Handbook 2001 Fundamentals (SI Edition). Atlanta: ASHRAE.

Baso Muklis. 2010. Evaluasi FaktorKebutuhan Listrik UNTAD Untuk Mengetahui Proporsi Listrik Yang Digunakan Dari Daya YangTersediaMelalui Audit Energi. Palu Universitas Tadulako.

B2TE-BPPT.2012.Perencanaan Efisiensi dan Elastisitas Energi 2012.BPPT.Puspiptek Serpong-Tangerang Selatan.

Dincer, I., & Kanoglu, M. 2010. Refrigeration Systems and Aplication Second Edition. Chichester: John Wiley & Sons.

El-Baky, M. A., dan  Mohamed, M. M. 2007. Heat pipe Heat Exchanger for Heat Recovery in Air Conditioning. Applied Thermal Engineering 27: 795–801.

Karyanto, E.,2005. dan Emon Paringga. Teknik Mesin Pendingin. Jakarta: CV. RestuAgung.

Naphon, P. 2010. On The Performance of Air Conditioner with Heat pipe for Cooling Air in The Condenser. Energy Conversion and Management 51: 2362–2366.

Noie-Baghban, S. H.,dan Majideian, G. R. 2000. Waste Heat Recovery Using Heat pipe Heat Exchanger(HPHE) for Surgery Rooms in Hospitals. Applied Thermal Engineering 20:1271-1282.

Reay, D., dan Kew, P. 2006.Heat pipes Theory, Design and Applications Fifth Edition. Oxford: Elsevier.

Singhs, A. K., Singh, H., Singh, S. P., dan Sawhney, R. L. 2002. Numerical Calculation of Psychrometric Properties on a Calculator.Building and Environment 37: 415 - 419.

Srimuang, W., dan  Amatachaya, P. 2012. A Review of The Applications of Heat pipeHeat Exchangers for Heat Recovery. Renewable and Sustainable Energy Reviews 16: 4303– 4315.

Saito, H., 1981. Arismunandar. Penyegaran Udara. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.  

Wu, X. P., Johnson, P., dan  Akbarzadeh, A. 1997. Application of Heat pipe Heat Exchanger to Humidity Control in Air-Conditioning Systems. Applied Thermal Engineering 17: 561-568.


PUBLISHED

2019-02-21

JOURNAL

Simki-Techsain

ISSN

2599-3011

ISSUE

Vol. 03 No. 01 Tahun 2019

Download PDF

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UN PGRI Kediri.

Jl. KH. Ahmad Dahlan 76 Mojoroto Kota Kediri

Designed by BootstrapMade